Kamis, 01 Juni 2023

Ringkasan Materi Keanekaraganan Hayati Kelas X

A. Faktor – Faktor Penyebab Timbulnya Keanekaragaman Hayati

1. Iklim.

2. Faktor relief tanah.

3. Faktor tanah



B. Jenis – Jenis Keanekaragaman Hayati di Indonesia

1. Zona oriental (Wilayah barat Indonesia)

- Daerah yang meliputi:

Kalimantan.

Sumatra

Jawa.

Bali

- Contoh

Tumbuhan 

(famili Dipterocarpaceae)

Kayu kruing (Dipterocarpaceae)

Kayu meranti (Shorea spp)

Kayu kapur (Dryobalanops aromatica)

Kayu garu (Gonystylus bancanus)

Tumbuhan hutan hujan tropik (kanopi rapat, dan banyak tumbuhan yang memanjat (liana))

Pohon mangga (Mangifera indica).

Pohon durian (Durio zibethinus) dan pohon suku (Artocarpus).

Hewan  

Gajah.

Banteng.

Badak.

Harimau.

Orang utan.

Bekantan.

Tarsius.

Loris hantu 

2. Zona Australasia (Wilayah Timur Indonesia)

- Daerah yang meliputi:

Maluku.

Papua. 

- Contoh:

Tanaman

Matoa.

Ficus (famili beringin).

Hewannya

Kuskus.

Bandicot.

Oposum.

Kanguru.

Musang berkantung.

Burung cendrawasih.

Kakaktua berjambul.

Kasuari.

3. Zona Peralihan (Wilayah Tengah Indonesia)

- Daerah yang meliputi:

Sulawesi

Nusa Tenggara.

- Contoh:

Hewan

Anoa (mirip lembu dan hidup liar).

Babirusa

Biawak.

Komodo.

Burung maleo.

 


C. Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia

1. Tumbuhan langka

Contoh:

- Sawo kecik (Manilkara elasticus).

- Sukun berbiji (Artocarpus communis).

- Nangka celeng (Artocarpus heterophyllus).

- Gandaria (Bouea macrophylla).

- Bedali (Radermachera gigantea).

- Matoa (Pometia pinnata).

- Kluwak (Pangium edule).

- Mundu (Garcinia dulcis).

- Winong (Tetrameles mudiflora).

- Putat (Plannhonia valida).

- Bendo (Artocarpus elasticus).

- Sagu (Metroxylon sagu).

2. Hewan langka

Contoh:

- Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).

- Babirusa (Babyrousa babyrussa).

- Orang utan Sumatra (Pongo pygmaeus abelii).

- Gajah Asia (Elephas maximus).

- Badak Sumatra (Decerorhinus sumatrensis).

- Tapir (Tapirus indicus).

- Banteng (Bossonaicus).

- Komodo (Varanus komodoensis).

- Cendrawasih (Paradisaea minor).

- Kakatua raja (Probosciger aterrimus).

- Kanguru pohon (Dendrolagus ursinus).

- Maleo (Macrocephalon maleo).

- Kasuari (Casuarius casuarius).


 

D. Tumbuhan dan Hewan Endemik di Indonesia

1. Tumbuhan endemic

- Di Sumatra

Tunga bangkai (Amorphophalus titanum), & Bunga Rafflesia arnoldi.

- Di Kalimantan

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), & Rafflesia borneesis.

- Di Jawa terdapat bunga Rafflesia horsfilldi, Rafflesia patma, & Rafflesia rochussenii.

- Di Nusa Tenggara

Kayu cendana (Santalum album).

- Di Sulawesi

Kayu eboni (Diospyros spp).

- Di Papua

Matoa (Pometia pinnata) dan sagu (Metroxylon sagu).

2. Hewan Endemik

- Di Sumatra

Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), orang utan (Pongo pygmaeus abelli) dan Siamang (Hylobates syndactylus).

- Di Kalimantan

Kera belanda (Nasalis larvatus), burung rangkong (Buceros rhinoceros) dan orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus).

- Di Jawa

Macan tutul jawa (Panthera pardus), banteng (Bos javanicus) dan badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus).

- Di Nusa Tenggara/Pulau Komodo

Komodo (Varanus komodoensis).

- Di Sulawesi

Babirusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis) dan burung maleo (Macrocephalon maleo).

- Di Papua

Burung cendrawasih (Paradisaea minor) dan buaya irian (Crocodylus porosus).



E. Peranan Keanekaragaman Hayati Dalam Kehidupan Manusia

1. Sumber Pangan.

2. Sumber Sandang.

3. Sumber Bahan Bangunan dan Alat-Alat Rumah Tangga.

4. Sumber Pendapatan.

5. Sumber Plasma Nutfah.

6. Sumber Keilmuan.

7. Sumber Bahan Obat-Obatan.

8. Sumber Keindahan. 



F. Peranan Manusia Terhadap Keankeragaman Hayati di Indonesia

1. Merugikan

a. Pembukaan Hutan.

b. Pengurukan Lahan Basah.

c. Usaha Pertambangan.

d. Pencemaran lingkungan.

e. Seleksi

2. Menguntungkan

a. Penghijauan.

b. Penangkaran.

c. Perkawinan Silang.

d. Perlindungan Alam



G. Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

1. Hutan lindung

a. Cagar Alam.

b. Taman Nasional.

c. Suaka Margasatwa.

d. Taman Hutan Raya.

e. Hutan Wisata.

f. Winawisata.

2. Kebun raya



H. Tingkat Keanekaragaman Hayati

1. Tingkat keanekaragaman gen

a. Keanekaragaman genotip.

b. Keanekaragaman fenotip.

2. Tingkat keanekaragaman jenis.

3. Tingkat keanekaragaman ekosistem.


I. Keanekaragaman Hayati Indonesia

1. Karakteristik wilayahnya.

2. penyebarannya (Biogeografi).

a. Penyebaran hewan (zoogeografi).

b. Persebaran tumbuhan.

3. ekosistem perairannya (akuatik)

a. Ekosistem air tawar.

b. Ekosistem air laut.

Selasa, 22 Desember 2020

Urgensi Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Gagap Arus Informasi Digital

 Urgensi Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Gagap Arus Informasi Digital

TanasyaNM

(Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Walisongo Semarang)

Menurut Prasetyo & Trisyanti (2019) pengertian dari disrupsi teknologi adalah sebuah kondisi kegiatan yang biasanya dikerjakan di dunia nyata, tetapi pada masa kini bisa juga digunakan di dunia maya, contohnya : menggunakan alat komunikasi Hp ( Handpone ) dengan kegunaan yang berguna atau sebagai hiburan di tengah – tengah kehidupan manusia pada saat ini, hp bisa untuk melakukan pekerjaan, belajar maupun sebagai penghibur diri. Hp adalah suatu alat yang bisa digunakan untuk yang berguna dan untuk hiburan ketika merasa kesepian, hp bisa juga mengakses internet, instagram, whatsApp, game, dan lain – lain. Di Hp juga bisa buat literasi teknologi yang terkait kemampuan memahami cara kerja mesin (Rozak, 2019), literasi teknologi tersebut disebut juga dengan literasi menggunakan internet yang ada di alat komunikasi yaitu Hp, didalam Hp terdapat berbagai aplikasi yang berguna maupun sebagai hiburan, aplikasi yang banyak digunakan di Hp yaitu aplikasi google yang didalamnya terdapat internet. Sedangkan pengertian dari internet merupakan suatu media yang bisa diakses di semua kalangan, baik lokal maupun internasional, didalam internet kita bisa mencari dan membaca. Menurut Brevik, literasi teknologi juga memberikan informasi (melek keberaksaraan informasi), mengetahui informasi dibutuhkan misalnya : pembuatan tugas pada kalangan remaja, siswa siswi SD / SMP / SMA, selain itu bisa juga melakukan identifikasi terhadap kebutuhan informasi dalam memberikan solusi terhadap masalah yang ada, menemukan informasi yang dibutuhkan, mengolah informasi tersebut sehingga bisa digunakan secara efektif untuk penyelidikan masalah atau penelitian yang sedang dilakukan (Yulianti, 2013).

Di internet ada 2 macam dampak yaitu dampak negatif dan positif, dampak negatif para penjahat bisa mengakses internet dengan cepat untuk melakukan suatu kejahatan, kejahatan bisa juga radikalisme dan teroris. Menurut Baedowi (2012 : 79) mengatakan bahwa dalam kasus kehidupan beragama saat ini, banyak sekali pemikiran yang sesat dan tidak berpikir secara mendalam yang mengakibatkan sikap - sikap radikal dan kekerasan atas nama agama, pada dunia masa kini baik dunia nyata maupun dunia maya yang paling banyak terjadi yaitu dunia nyata dikarenakan banyak sekali para teroris yang mau melakukan kejahatanya dengan melalui adu domba antar warga sehingga mengakibatkan peperangan antar warga, melakukan pengeboman di tempat ibadah biasanya pada waktu hari – hari besar, dan minta sumbangan dengan cara menipu masyarakat untuk pembangunan masjid ternyata untuk melakukan pembuatan pistol, peluru pistol dan bom, selain itu para teroris melakukan aksinya di dunia maya yaitu dengan menyebarkan berita hoaks tentang ilmu agama, politik, dan masih banyak lagi.

Dampak positif bisa digunakan untuk melakukan searching yang berguna misalnya resep untuk suatu masakan, bisa juga untuk mencari info – info terpenting, terpercaya dan bisa untuk ditanggung jawabkan. Selain internet media yang ada di hp yaitu Instagram digunakan untuk foto – foto yang mempunyai banyak filtur kamera yang unik, kecantikan, dan masih banyak lain lagi.

Hp bisa juga untuk menyimpan file – file materi baik untuk mahasiswa, siswa siswi SD / SMP / SMA, atau orang – orang yang bekerja di perkantoran, hp sangat penting bagi kehidupan masa kini, dulu sebelum adanya hp masyarakat berkomunikasi dengan surat pada saat menggunakan alat komunikasi dengan surat masyarakat di era zaman dahulu sangat minim dengan alat komunikasi dikarenakan mengirim surat membutuhkan waktu kira – kira sampai dengan 2 bulan, seiring dengan waktu berjalan, masyarakat berkomunikasi dengan surat, dan masa kini masyarakat berkomunikasi dengan menggunakan Hp, tetapi banyak sekali yang menggunakan Hp maka jaringan menjadi lemot dan susah sinyal dikarenakan kebanyakan masyarakat yang menggunakan Hp, kini Hp menjadi alat yang susah untuk dihilangkan dari dunia nyata, sekarang dunia nyata milenial kalau Hp nya hilang maka susah untuk beradaptasi tanpa adanya Hp.


Jumat, 17 Januari 2020

Teks pidato kelas XI


TEKS PIDHATO ( teks sesorah ) 

  Kagiyatan micara ing ngarepe wong akeh nganggo unggah-ungguh basa kanthi tujuan tartamtu.

○ TUJUAN PIDATO :
- Kanggo menehi pangerten utawa kawruh.
- Kanggo menehi informasi marang wong liyo.
- Aweh penglipur.
- Kanggo ngajak wong akeh nglakoni pakaryan.
- Kanggo nglapurake kegiyatan sing wis dilakoni.

○ PIDATO ISO DILAKONI ACARA, YAIKU:
- Upacara.
- Mantenan.
- Agama (khotbah).
- Tujuh belasan.
- Perpisahan sekolah.
- Acara kedinasan.

○ KANG NYAKUP 9 PERANGAN, YAIKU :
- Irah - irahan
- Salam pambuka
- Pakurmatana.
- Purwaka basa utawa pambuka.
- Wos utawa isine sesorah
- Andharan wose sesorah ( yen prelu )
- Pengarep - arep ( pengajab ).
- Wasana basa utawa panutup.
- Salam panutup.

○ Langkah-langkah pidhato :
- Nemtokake tema.
- Nemtokake tujuan.
- Nyusun kerangka pidhato.
- Ngembangake kerangka dadi teks pidhato.
- Latihan kanthi swara lan pangucapan kang trep.

○ JINISE PIDHATO :
- PERSUASIF
menehi pengaruh marang wong sing ngrungokake.
- ARGUMENTATIF
menehi keyakinan marang wong kang ngrungokake.
- INFORMATIF
menehi pawarta/menehi weruh.
- DESKRIPTIF
nggambarake sawijining kahanan.

○METODE PIDHATO :
- Metode naskah
Pidhato kanthi maca naskah.
- Metode Imprompu
Pidhato dumadakan, tanpa ana persiapan.
- Metode Ngapalake
Pidhato kang wis direncanakake luwih dhisik, banjur diapalake.
- Metode Ekstemporan
Pidhato tanpa nggunakake naskah jangkep, nanging mung arupa pokok pikiran utawa cathetan pentik. Metode iki sifate luwes, maksude bisa kalarasake karo kahanan.

○ Mula sapa wae kang maca kudu bisa ngucapake kanthi :
- Swara kang cukup.
- Kedal kang cetha.
- Unjal napas kang bener.


Tuladha teks sesorah : 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak - bapak, Ibu - ibu, kaum muslim - muslimat ingkang satuhu kinakbekten. Minal aidzin wal faidzin.

Mangga sesarengan kula dherekaken ngonjukaken pudya puji syukur dhumateng ngarsanipun Gusti ingkang Maha Agung, ingkang sampun diparingu taufik serta hidayah.

Ing kalodhangan menika keparengna kula ngadeg ing ngarsa panjenengan sadaya, saperlu ngaturakakeb prekawis sakedhik gegayutan kaluan acara " Apura ingapura " utawi " Halalbihalal " warsa 1437 H menika.

Kados ingkang sampun kawuningan bilih minggu kalengker, umat islam saindenging Nusantara samya nindakake shalat ied.

Ing wekdal ingkang sae meniks mugi - mugi para kaun muslimin dalah muslimah kepareng njangkepi ibadah siyam kanthi paring zakat fitrah.

Makaten lan semanten atur kula, nyuwun pengampunten tumrap sadaya kaladuking stur sarta muranging trapsila.

Wassalamualaikum Wr. Wb.






~ Semoga bermanfaat😊 ~






( Sumber :
- Gegaran Basa Jawa 2, Kelas XI SMA/SMK/MA ~ yudistira ~
- https://drive.google.com/file/d/0B1RvpSQZJC2-bWI4ZmI4dUhMNHc/view
- https://made-blog.com/contoh-pidato-bahasa-jawa/ )

Tembang Pangkur kelas X


TEMBANG PANGKUR

     Pupuh Pangkur ing serat wedhatama ( cacahe ana 5 = pangkur { 14 pada }, sinom { 18 pada }, pocung { 15 pada }, gambuh { 35 pada }, kinanthi { 18 pada } ).
KGPAA Mangkunegara IV minangka panganggit saking serat punika nggulawentah para putra-putri supados saged mbentenaken antawis tiyang ingkang anggadhahi watak lan budi pekerti luhur ugi tiyang ingkang goroh nanging kopong saking titikanipun.
      Serat asale saka basa sankerta, wedhatama menurut kamhs kawi indonesia karangan L.mardiwasito saka tembung " wedha " kang tegese ilmu pangerten, lan tembung tama" kang tegese becik.


Tuladha :

Mingkar-mingkuring angkara ( 8a )

Akarana karenan mardi siwi ( 11 i )

Sinawung resmining kidung ( 8u )

Sinuba sinukarta ( 7a )

Mrih kretarta pakartining ilmu luhung (12u)

Kang tumrap ing tanah Jawa ( 8a )

Agama ageming aji ( 8i )


Artine :

Disingkur oleh angkara,

Oleh karena puas dengan anak didik

Dihiasi nyanyian yang resmi

Disambut diselamatkan

Agar selamat, budi pekerti ilmu luhur

Bagi orang tanah Jawa

Agama adalah pedomannya


Tegese :

Menehi kesrakat, amarga pengin ngajari bocah, diringkesake karo kaendahan lagu, warna-warni, saengga intine ing ndhuwur kasebut internalisasi, sing ditrapake ing Jawa / Indonesia, agama (yaiku) sandhangan urip dhewe.

1. Watak :

 • Madhep manteb
 • Banter
 • Nesu.

2. Paugeran tembang Pangkur :

– Guru Gatra         : 7 Gatra
– Guru Wilangan : 8,11,8,7,12,8,8
– Guru Lagu          : a,i,u,a,u,a,i

- Guru Gatra yaitu banyaknya jumlah larik/baris dalam satu bait.

- Guru Lagu yaitu jatuhnya persamaan       bunyi sajak dalam setiap larik (baris).

- Guru Wilangan yaitu banyaknya jumlah suku kata dalam setiap larik (baris).




~ semoga bermanfaat ~





( Sumber :
-https://nguriuribasajawi.wordpress.com/2017/07/15/rpp-bahasa-jawa-kd-1-kelas-x-sem-1/
- https://www.senibudayaku.com/2018/09/6-contoh-tembang-macapat-pangkur.html?m=1
- http://kubuskecil.blogspot.com/2016/12/guru-gatra-guru-lagu-dan-guru-wilangan.html?m=1 )

Teks pawarta kelas X


Teks pawarta

   Teks Pawarta yaiku teks sing nduduhake kabar anyar utawa kedadean sing lagi dumadi ana sawijining panggonan sing bisa dicawisake liwat bentuk cetak, siaran ( tv lan radio ), internet, utawa lisan marang wong ketelu utawa wong akeh.

○ Pawarta kang becik iku asipat :
- Faktual : nyata, genah ana kadedean.
- Aktual : wektu kang pas.
- Wigati : dadi kawigaten wong akeh.
- Narik kawigaten : bisa njalari pawongan kang maca.

○ Struktur teks pawarta :
1. Irah - irahe pawarta
- Nggambarakake isine pawarta.
- Kudu bisa ndudut kawigaten ( manfaat ).
2. Alinea pambuka
- Kudu bisa ndudut kawigaten pawaca.
- Menehi informasi kang penting.
- Bisa nggawe pawaca mlebu ing perang e isi pawarta.
3. Awak pawarta ( isi pawarta )
- Ana 5W+1H ( apa, sapa, ing ngendi kapan, genea, lan kepriye ).
4. Penutup pawarta
- Ringkasan pawarta.
- Ngarahake pawaca ing perkara kang ora diduga - duga.

○ Unsur pawarta :
- Apa : masalah utawa bab kang didadekake pawarta.
- When ( kapan ) : wektu prastaws iku kedadean.
- When ( ing ngendi ) : papan panggonan kadadean prastawa.
- Who ( sapa ) : paraga kang nindakake prastawa.
- Why ( kanangapa ) : sebabe prastawa mau kedadean.
- How ( kepriye, piro ) : proses kadadean prastawa.

○ Perangan pawarta :
- Sesira : perangan pawarta kang ndisek dhewe.
- Angle / ringkesan : ukara kang nggambarakake ringmesane isi pawarta.
- Isi : ukara - ukara kang njlentehake pratawa ngenani apa, ana ngendi lan kalan kadadean iku dumadi.
- Gambar : perangan pawarts kanggo nuduhake kaya ngapa kadadean prastawa kanthi kasat mata, ing media cetak awujud foto lan media elektronik awujud video.
- Sumber pawongan kang menehi keterangan utaws komentar marang dumadine prastawa iku.

○ Kaidah kebahasaan :
1. Ono keterangane.
2. Verba transitif.
3. Verba pewarta.
4. Verba intransitif.
5. Ukara majemuk.
6. Ukara langsung lan ork langsung.

○ Jinis pawarta :
1. Pawarta dadakan : pawarta kang wektu lan panggonane kadadeyan ora kena dipesthekake.
2. Pawarta ndinan : pawarta kang wektu lan panggonan kadadeyan wis dimangerteni sadurunge.
3. Pawarta crita : pawarta kang ora dibatesi dening wakty lan panggonan, nggambarake objek kang nengsemake ( human interest ).

○ Pawarta bisa dicawisame liwat pirang - pirang bentuk kayata :
1. Bentuk cetak : majalah lan koran.
2. Bentuk siaran : tv lan radio.
3. Bentuk internet
4. Bentuk lisan : anak marang bapak, utawa sewalik e.


○ Teknik Maos Pawartos :

1.)  Lafal(Wicara)
          Lafal inggih menika caranipun tiyang  ngedalaken swanten basa.
Saderengipun ngedalaken tembung-tembung asing , pamaos pawartos kedah mbikak kamus kagem mangertosi caranipun ngedalaken swanten saha mangertos bab maknanipun. Maos kanthi intonasi ingkang trep sarta lafal ingkang jelas
Pamaos kanthi teteh/ fasih, andhal, titi,teliti saben tembung, frase, klausa, saha jeda.Menawi munggel ukara kanthi trep boten badhe nyebabaken lepat tafsir/seling surup.

2.)  Intonasi(Wirama)
         Intonasi inggih menika andhap inggilipun lagu ukara ingkang nyebabaken beda makna.

3.) Kedal kanthi teteh(Wicara)

4.) Sesambetan kaliyan volume swanten saha rindhik cepetipun(Wicara)
       Maos teks pawartos kedah migunaaken swanten gandem lan cetha.

5.) Tatapan mata/ekspresi (Wiraga)
        Saged ngraketaken komunikasi kaliyan pamirsa.Kedah konsentrasi nanging luwes.Menawi kasorot kamera kedah fokus mriksani kamera.

6.) Solah Bawa (Wiraga)

       Kedah sopan santun saha sikep merbawani.
Menawi maos kanthi lenggah utawi jumeneng kedah tegak saha mriksani lurus ing ngajeng.

 7.) Artikulasi(Wicara)

        Artikulasi mliginipun a, i, u, e, o, c, k, r, s, t, th, d, dh kedah jelas saha  kanthi paugeran EYD (ejaan yang disempurnakan).

● Sifat :
- Aktual.
- Faktual / nyata.
- Cekak aos
- Narik kawigaten utawa menarik kanggk dingerteni.
- Unik.
- Uga jangkep.


Tuladha : Teks Berita ( Teks pawarta )

(Salam Pambuka)

Assalamualaikum Wr.Wb

Sugeng enjing

(Pambuka)

Para Pamirsa pepanggihan malih wonten ing pawartos basa Jawi

Kawaosaken dening dening Roro Sunyi

Keris

(Isi Pawartos)

   Keris,duwung utawi curiga saged ampuh mboten namung amargi dipundamel saking unsuripun wesi waja,nikel kadangkala dipuncampur unsuripun sela meteorid ingkang dhawah saking angkasa, nanging ugi cara damelipun dipunkantheni, lampah tirakat dening Empu ingkang damel keris kanthi panyuwunan tartamtu dhumateng Gusti Ingkang Maha Kuwaos. Saengga keris nggadhahi kekiyatan magis ingkang saged ngedalaken pangaribawa supados mengsah ajrih lajeng nungkul.Keris ingkang dipunagem minangka rerenggan jangkepipun ageman temanten kakung khas Jawa.Keris kalawau rinengga kanthi sekar sinebat “Kolong Keris” nggadhahi makna supados tiyang sampun ngantos nggadhahi watek brangasan,sesongaran,sewenang-wenang,kumalungkung utawi adigang,adigung,adiguna.

Para Pamirsa, sutresna budaya.

(Isi Pawartos)

   Wonten cariyos nalika Harya Penangsang kanthi ngasta keris nama keris Kyai Setan Kober mengsah Danang Sutawijaya kanthi Tombak Kyai Plered. Padharan Harya Penangsang kenging Tombak Kyai Plered saengga ususipun mbrodhol medal saking padharanipun. Lajeng Harya Penangsang ngalungaken ususipun ing pendhok kerisipun, nanging ketiwasan amargi mboten saged ngendhaleni raos muntab, kepingin males tumindakipun Sutawijaya, saengga Harya Penangsang kesupen ndudut kerisipun kesupen menawi kalawau sampun dipunkalungi usus. Harya Penangsang gugur dening pusakanipun piyambak, amargi ususipun pedhot kepronggol kerisipun. Cariyos punika andadosaken pepiling bilih tiyang punika kedah sareh, ening, waspada, mboten grusa-grusu. Saengga sesekaran inggih punika kembang kolong keris nglambangaken ususipun Harya Penangsang, wonten malih pemanggih bilih tiyang kedah ngatos-atos supados mboten cilaka kados Harya Penangsang.

(Panutup)

Para Pamirsa,

   Sinartan purnaning waosan teks pawartos basa Jawi mugia tetep manunggal wonten ing Radio Teladan FM.10 kanthi sesarengan mirengaken acara salajengipun inggih menika ”Giyaran Kethoprak Mataram.”Sugeng midhangetaken sarta nuwun

(Salam Panutup)

Sugeng Enjing

Wassalamualaikum Wr.Wb.





~ semoga bermanfaat ~




( sumber :
- Gegaran Nyinau Basa Jawa 2 ~ Kelas XI SMA/SMK/MA, ~ yudhistira ~ ). )

Bab 9 Tontonan Jawa Kelas XI

Bab 9 Tontonan Budaya Jawa



     Tontonan wayang kang padatan sinebut pagelaran, mujudakaken kombinasi harmonis saking maneka unsur kesenian.
Unsur kasebut ing antarane unsur barang lan manungsa :
~ Unsur barang yaiku ubarampe sarta sarana kang digunakake ing pegelaran wayang kulit ( wayang kang kagawr saka kulit lembu, kelir, debog, seperangkat gamelan, keprak, keoyak kotak wayang, cempala lan blencong ).
~ Unsur manungsa yaiku pawongan kang nyengkuyung gumelare seni pegelaran wayang kulit ( dalang, penyimping, niyaga, warangga ).

● Jenise wayang manungsa :
- Wayang wong
- Ketroprak
- Ludruk
- Jaranan
- Tayub.

● Bab kang diandharakake ing teks eksposisis bisa awujud :
1. Dhata faktual = sawijining kahanan kang nyata ana lan bisa dicritakake kanthi cetha.
2. Sawijining analisi utawa penafsiran objektif sawijining fakta.
3. Fakta ngenani pawongan kang gondhelan kenceng marang sawijining keyaminan.

● Titikane teka eksposisi :
1. Ngandgarakake panemu / gagasan.
2. Nunduhake kahanan sanyata.
3. Nggunakake analisis lan sintesis.
4. Sumber ide bisa saka pengalaman, sikap, lan keyakinan.

● Struktur teks eksposisi :
1. Tesis ( pambuka ).
2 Argumentasi ( isi ).
3. Panuthp ( penegasan ulang ).


Tuladha :

SEJARAH WAYANG WONG

     Wayang uwong utawa wayang wong menika salah satunggalipun jenis pementasan tradisonal ing Jawa. Wanag wong menika gabungan saking seni drama ingkang ngerembaka ing negeri Eropa kaliyan seni pengelaran wayang ingkang ngerembaka ing tanah Jawa utawa pulo Jawa. Utaminipun wayang wong ngerembaka ing kraton kanggo hiburan golongan priyayi utawa bangsawan. Wong kang mainake wayang wong uga ngagem pakaian ingkang sami kaliyan hiasan-hiasan ingkang diagem wayang kulit.

     Miturut penuturan lan data saking dinas pariwisata Kotamadya Dati II Surakarta, wayang wong ana utawa lair ing abad XVIII. Diciptaken menika Mangkunegara I ingkang kadosipun dipunilhami saking seni drama saking negeri kilen utawa Eropa. Wiwitan pementasan wayang wing dipungelar ing Surakarta lajeng dipungelar ing Yogyakarta. Wekdal ing sasu April 1868 yaiku Mangkunegara IV ngawontenaken acara khitan putranipun. Ingkang taun 1899, Pakubuwana X mbangun taman Sriwedari wonteng ing peresmianipun ngawontenaken pagelaran keseniang wayang wong. Kang ditonton kaliyan warga sekitar.

      Pagelaran seni tradisional wayang wong ingkang pementasan eksklusif, namung digelar kangge bangsawan ing keraton. Nangung, ing taun 1902 wayang wong ngerembaka urip lan kanggo tontonan warga umum lan komersial kanthi nyade karcis. Wayang wong kang komersil ngerembaka lan puncakipun nalika wonteng pekempalan “Ngesti Pandowo” ingkang dipunpandegani dening Sastrosabdo. Abad XVIII ingkang dipunpandegani dening Mangkunegera I, wekdal punika ingkang dipungelar namung lakon-lakoninpun wayang purwa. Sasampunipun menika pagelaran seni tradisional wayang wong wiwit boten subur maneh ing Surakarta. Ananing teng Yogyakarta taksih wonten pagelaran wayang wong ngantos taun 1881. Kanthi pembiyantunipun Mangkunegara V, wayang wong ngerembaka maling nanging taksih winetes ing daerah Yogyakarta lan Surakarta kemawon.

     Saking sejarah seni pementasan tradisonal wayang wong sing sampun ana kanthi zaman mbiyen. Mbiyen namung bangsawan lan keraton kemawon kang saget mirsani pementasan wayang wong. Nanging zaman saiki, kabeh wong saget mirsani pemetasan wayang wong. Justru wayang wong kudu dipirsani lan dilestariake kanggo budaya asli Indonesia lan tanah Jawa. Sebab iku kita sedaya kudune terus mbudayakake budaya adat lan utaminipu wayang wong sing mbiyen boten subur supaya sakniki saget subur maneh pementasanipun.



~ Semoga bermanfaat ~



( Sumber :
- Gegaran Nyinau Bahasa Jawa 2 kelas XI SMA/SMK/MA, ~ yudhistira ~
- https://www.kumpulancontohteks.com/2017/06/contoh-teks-eksposisi-dalam-bahasa-jawa-yang-baik-dan-benar.html?m=1
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wayang_orang )
 )

Kamis, 16 Januari 2020

Geguritan kelas XII semester 1

Geguritan iku puisi jawa gagrag anyar kang ora kaiket dening paugeran tinamtu.
Cacahe larik,cacahe wanda,cacahe pada, tembung - tembung kang dipilih, lan surasane kabeh merdika utawa bebas.
Gumantung net atine kang nggurit.
Ana kang kanggo lelawane basa ( gaya bebas ) tinamtu, uga ana kang biasa - biasa wae.


1. Maca lan nanggapi isine teks geguritan sarta niteni perangane
Supaya nemokake isi geguritan dilakoni kanthi cara ngisor iki :
- maca kanthi premati,yen perlu dibolan - baleni.
- Nggatekake ubungane larik siji lan sijine, banjur menehi tandha ngaso ( / ) utawa sigeg ( // ).
- Golekana tegese tembung - tembung kang angel utawa aneh. Bisa tegese lugu, entar, utawa lambang.
- Golekana pesen utawa amanat kang dikarepake dening panggurite.
- Tembahana tembung utawa wanda saengga ukurane bisa cetha lan bisa ditemokake karepe.
- Tambahana tembung utawa wanda saengga ukurane bisa cetha lan bisa ditemokake karepe.


Bumiku

Kabentang indahe bumiku
Tan katon ijo royo-royo
Para kewan pada manut mring ndarane
Ana ing sawah anggarap siti

Nanging, saiki ora koyo mbiyen
Nanging, saiki bumiku wis rusak
Koyo-koyo wis ora ana ijo-ijoan meneh
Karono ulahe manungsa

Leno marang wektu
Lan nglirwakake kewajiban
Marang gusti
Sing akaryo jagad.


2. Nemokake tuntunan kang dikandhut ing teks geguritan lan njumbuhake karo kahanane bebrayan.
Ana kang nggambarakake rasa bungah, sedih, nggrantes utawa rasa serik kang kepati - patu marang kahanan.

3. Nulis geguritan nggunakake ragam bahasa kang jumbuh utawa cocog karo konteks lan pranatan utawa aturan.
Supaya ana gondhelan, prelu kogatekake bab - bab kaya mengkene :

a.) Ora kaiket dening aturan utawa pranatan guru gatra, guru wilangan, guru lagu lan sapanunggale.
b.) Ngutamakake isi kang mentes, apik endah, lan becik.
c.) Bisa nggunakake lelawane basa ( purwakanthi, baliswara, saroja, entar, lan sapanunggale ).
d.) Isine bisa pitutur, krisis, protes, nyinder, nggresah, pamundhut, lan sapanunggale.

4. Isine geguritan :
 . Irah-irahan: gambaran saka isi (nanging ana geguritan sing ora ana irah-irahane)

·      Tema        : ide baku kang dadi dhasare geguritan.

·      Amanat    : piweling sing ana ing sajroning geguritan.

·      Diksi         : pamilihe tembung (bisa migunakake majas, frasa, lan klausa).

·      Retorika   : alat kanggo nggambarake sing arep diandharake ana ing sajroning geguritan.

5. Gurit kaperang dadi loro, yaiku:

·      Gurit kuna
- Diwiwiti tembung sun nggegurit.
- Cacahe wanda saben sagatra pada.
- Tibane swara ing pungkasan gatra runtut.
·      Gurit anyar utawa geguritan

- Cacahe gatra tanpa wilangan.
- Cacahe wanda saben gatra bebas.
- Tibane swara bebas.
- Pamilihing tembung diutamakake sing mentes.
- Ora nganggo tembung sun nggegurit.


6. Titikane geguritan, yaiku:

• Tembung-tembung pilihan.
• Isine mentes.
• Cacahe larikan ora katemtokake.
• Sajak pungkasan bebas.
• Arang-arang nggunakake tembung pangiket.
• Nggunakake tembung kawi sawetara.



~ Semoga bermanfaat😊 ~



( sumber :
Gagasan Nyinau Bahasa Jawa 3 Kelas XII SMA / SMK / MA ~yudhi/tira~ )